Menjaga Kesucian Ajaran Moral dalam Era Modernisasi dan Globalisasi


Menjaga kesucian ajaran moral dalam era modernisasi dan globalisasi merupakan tantangan besar bagi masyarakat saat ini. Seiring dengan perkembangan teknologi dan akses informasi yang semakin mudah, nilai-nilai moral seringkali terabaikan atau bahkan dilupakan. Namun, penting bagi kita untuk tetap memegang teguh nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Menjaga kesucian ajaran moral tidaklah mudah di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang terus berkembang pesat. Namun, seperti yang dikatakan oleh Mahatma Gandhi, “Moralitas adalah pondasi dari kehidupan manusia. Tanpa moralitas, dunia akan hancur.” Oleh karena itu, kita perlu melestarikan nilai-nilai moral yang telah diajarkan oleh para leluhur kita.

Menurut pakar etika, Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, S.J., menjaga kesucian ajaran moral dalam era modernisasi dan globalisasi merupakan upaya yang harus dilakukan oleh setiap individu. Dalam bukunya yang berjudul “Etika Jawa: Sebuah Analisa Filsafat tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa,” beliau menekankan pentingnya menjaga kesucian ajaran moral dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks globalisasi, nilai-nilai moral seringkali terancam oleh pengaruh budaya asing yang masuk ke dalam masyarakat kita. Namun, seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Azyumardi Azra, “Kita tidak boleh mudah terpengaruh oleh budaya asing yang bertentangan dengan ajaran moral yang telah kita anut selama ini. Kita harus tetap mempertahankan kesucian ajaran moral dalam menjalani kehidupan ini.”

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mengingat dan mempraktikkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga kesucian ajaran moral bukanlah hal yang mudah, namun dengan kesadaran dan keberanian untuk melawan arus, kita dapat menjaga nilai-nilai moral tersebut tetap hidup dalam era modernisasi dan globalisasi ini. Semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang teguh dalam menjalani kehidupan dengan penuh integritas dan moralitas.

This entry was posted in Kesehatan Moral and tagged . Bookmark the permalink.